25. Kedatangan Maya

1501 Words

Setelah insiden di dapur mereda, mereka duduk berhadapan di meja makan, dipisahkan oleh piring-piring yang masih menguap. Elisa menekan rasa panas yang menggelora di dadanya mengingat bayangan tadi sore di mana Wira dengan wanita asing itu, senyumnya yang tidak biasa. Dia menelan pertanyaan dan kecurigaannya, takut jika hanya akan membuatnya tampak konyol. Mereka bukan apa-apa, hanya sekadar ... rekan sementara di tempat tidur. "Senin depan kakakku mau ke Jakarta," ucap Elisa akhirnya, memecah kesunyian yang menggantung berat sepanjang makan malam. "Oh, Senin?" Wira menanggapi tanpa mengalihkan pandangan dari makanannya. "Berapa lama dia di sini?" "Belum tahu pasti. Mungkin dua-tiga hari. Dia akan menginap di sini. Boleh, kan?" Wira mengangkat bahu, senyum tipis melintas. "Tentu saja,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD