61~Bukan Cinderella

1210 Words

“Sebentar.” Dahi Lita sedikit mengerut ketika mendengar suara pintu terbuka cepat. Hembusan angin tiba-tiba menerpa kulitnya, tetapi semuanya masih tampak gelap karena seutas kain masih menutup matanya. Di samping itu, Lita juga mencium aroma yang begitu nikmat dan membuat perutnya seketika bergejolak. “Kita di balkon?” “Yap.” Setelah sedikit menggeser pintu balkon, Reno kembali menyentuh kedua bahu Lita dan membawanya kembali melangkah. “Ngapain, sih, Bang?” “Dikit lagi.” Reno berhenti melangkah. Sebelum membuka simpul kain yang menutup mata Lita, ia menjatuhkan satu kecupan singkat pada pipi istrinya. “Taraaa.” Lita terbelalak. Perasaan bahagia sekaligus terkejut bercampur aduk, membuat matanya berkaca-kaca. Di depannya, sebuah meja bundar yang dihiasi dengan lilin-lilin melingkar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD