Kegelapan malam yang menyelimuti Jakarta terasa jauh lebih pekat di dalam ruang kerja pribadi Clifford Vance. Ruangan itu hanya diterangi oleh pendar biru dari deretan monitor yang menampilkan siaran langsung dari depan kediaman Sterling. Clifford duduk di kursi kulitnya yang besar, jemarinya bertaut di bawah dagu, memperhatikan setiap gerak-gerik Hayes Ludwig melalui layar. Senyum tipis yang dingin tersungging di bibirnya saat ia melihat Bella muncul dan mulai membongkar masa lalu Miles Sterling. Bagi orang awam, ini adalah kemenangan bagi Hayes. Namun bagi Clifford, ini adalah pembukaan celah yang sempurna untuk menghancurkan dinasti Ludwig dari dalam—melalui darah daging Hayes sendiri, Axel Ludwig. Clifford meraih ponselnya, menekan sebuah nomor yang sudah ia tandai sebagai prioritas

