Axel Merasa Semakin Yakin.

941 Words

​Axel berdiri di beranda besar di lantai dua Mansion Keluarga Ludwig, memandang ke taman yang luas dan terawat sempurna. Pagi itu terasa dingin, tidak hanya karena cuaca di luar tetapi karena kebekuan yang menjalar di hatinya sejak ia mulai menyelidiki. Axel, seorang mahasiswa tingkat akhir, seharusnya disibukkan dengan kuliah, tesis, dan skripsi yang menentukan masa depannya. Ia seharusnya fokus pada upaya mengejar ilmu yang ia yakini akan membedakannya dari warisan kekuasaan ayahnya yang berlumur intrik. Namun, seluruh energi vitalnya terkuras habis oleh kecurigaan yang menggerogotinya. Kecurigaan itu kini bukan lagi bisikan hati nurani, melainkan raungan yang menuntut pembuktian yang pasti. ​Matanya kembali menatap pesan singkat dari Luna, yang tiba beberapa jam lalu, tepat saat fajar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD