Lampu track di langit-langit apartemen rahasia itu terasa seperti sorot panggung yang kejam, mengekspos setiap retakan pada ketegaran yang Luna coba kenakan. Apartemen mewah ini, yang disiapkan Hayes, seharusnya menjadi hadiah, sangkar emas yang memberinya jarak aman dari Axel, dari masa lalunya, dan dari suara hatinya sendiri. Namun, di tengah pemandangan kota yang berkilauan di luar jendela, Luna merasa lebih terisolasi daripada sebelumnya. Keberhasilannya menghancurkan Axel di mansion tadi sore, memainkan peran wanita dingin yang menolak uluran tangan, kini terasa seperti abu di lidahnya. Kemenangan itu adalah kekalahan besar bagi jiwanya. Pintu geser kaca di sudut ruangan terbuka tanpa suara, dan Hayes masuk. Langkahnya tenang, tetapi setiap inci keberadaannya memenuhi ruangan. Ia m

