50. Lega yang Akhirnya Datang

1535 Words

Mobil melaju meninggalkan area kampus dengan kecepatan sedang, membelah sore yang belum sepenuhnya turun. Tidak ada radio atau music yang dinyalakan, hanya suara mesin dan lalu lintas yang sesekali terdengar dari luar. Aruby bersandar pada sandaran kursinya, pandangannya mengarah ke jendela, memperhatikan gedung-gedung yang satu per satu tertinggal di belakang mereka seperti beban yang perlahan ikut ditinggalkan. Kairav memegang kemudi dengan satu tangan, wajahnya tenang, namun ada sesuatu di rahangnya yang masih tegang, sisa dari hari panjang yang belum sepenuhnya reda. Di tengah keheningan itu, suaranya akhirnya memecah sunyi. “Aku pengen ajak kamu ke suatu tempat.” yang Aruby menoleh, alisnya terangkat sedikit. “Ke mana?” Kairav melirik sekilas, sudut bibirnya terangkat samar.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD