Sore itu, mendung menggantung rendah di atas langit kampus, menciptakan suasana abu-abu yang seolah selaras dengan perasaan Kairav. Ia berdiri di depan perpustakaan, tempat ia berjanji akan menjemput Aruby setelah tugas besarnya selesai. Tangannya yang memegang kunci motor sedikit bergetar, dan setiap kali ia melihat tangannya sendiri, ingatan tentang rekaman CCTV itu kembali berputar di kepalanya seperti kaset rusak. Pintu perpustakaan terbuka, dan sosok yang paling ia cintai muncul dari sana. Aruby tampak lelah, ada lingkaran hitam tipis di bawah matanya, namun begitu melihat Kairav, wajahnya langsung cerah. Ia berlari kecil menghampiri Kairav dengan senyum yang begitu tulus—senyum yang membuat Kairav merasa seperti ingin mati saat itu juga. “Mas Kai!” Aruby langsung memeluk lengan K

