KAU, AKU, DAN ANAK KITA

1076 Words

“Jangan bilang kau benar-benar menaruh hati sama Maurena? Hey, aku bukan orang bodoh, aku ini sahabatmu. Jadi, gerak-gerikmu sudah kuhapal.” “Sahabat bodoh lebih tepatnya. Sudahlah, apa tidak ada pembahasan lain selain ini? Pembahasan yang lebih bermanfaat tentunya.” Calvin menggeleng dengan wajah polosnya. Walaupun memang benar pembahasan ini tidak penting, tetapi tetap saja bagi Calvin ini penting! Mau bagimanapun menyangkut kehidupan sahabatnya. Mata yang sudah sipit semakin menyipit saat Calvin memicingkan kedua matanya menatap Arvel. Susah sekali memang menebak tembok di sampingnya. “Aku pikIr tipemu sekelas Freya.” “Berisik!” “Tapi tidak salah, Maurena tetap cantik dan … seksi.” Arvel menoleh, menatap tajam Calvin. “Kau! Kau seharusnya juga mati seperti Nicholas dan hancu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD