Sania menatap pada suaminya yang duduk sambil memakan cemilan. Dan di depan suaminya ada Mawar. Ibu mertua suaminya dari mendiang ibunya Derren. Yang senang melihat Dion makan. Bahkan wanita paruh baya tersebut. Membuka cemilan untuk Dion. “Bu! Mas Dion punta tangan. Kenapa malah ibu susah payah bukakan cemilan untuk Mas Dion?” Tanya Sania, mengambil duduk di samping suaminya. Mawar mendengarnya tertawa kecil. Lalu menggeleng pelan. “Ibu senang membukakan cemilan ini untuk Dion. Kamu mau juga, ini buah mangga tadi pagi Ibu beli di minimarket.” Mawar memberikan piring berisi buah mangga pada Sania. Sania langsung mengambil piring buah mangga, dan mencobanya satu. Manis. “Manis ini Bu. Ibu pintar pilih buah mangganya ya, nggak kayak Mas Dion loh Bu. Dia sering pilih yang asem!” Mata Dio

