Sania, Dion, dan Derren sudah sampai di New York. Jadi juga Sania melahirkan di New York seperti permintaan suaminya itu. Mau anaknya lahir di New York, tidak mau di Indonesia. Biar pas. Anaknya numpang lahir di negara orang semuanya. Sania menatap pada pemandangan kota New York lewat jendela rumah sakit, ruangan inapnya. Ia sudah dua hari di rumah sakit. Dan akan melakukan operasi besok pagi. Padahal Sania seharusnya bisa di rumah saja dulu. Tetapi Dion tetaplah Dion. Suaminya yang selalu saja berlebih kalau menyangkut dirinya. Memaksa Sania untuk menginap di rumah sakit. Mengatakan menginap di rumah sakit lebih baik dibanding di apartemen yang disewa oleh Dion selama sebulan ini di New York. “Sania.” Sania berbalik dan tersenyum melihat ibu mertuanya dan ibunya yang sudah datang. Sa
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


