Bab 124

2878 Words

Hari itu akhirnya tiba, hari yang membuat jantung semua orang yang terlibat berdetak lebih cepat dari biasanya. Sidang perdana Andrew digelar dengan pengawalan ketat, dan sejak pagi suasana di depan gedung pengadilan sudah ramai. Wartawan berdesakan dengan kamera, memotret setiap detik, memburu pernyataan, dan memanggil nama Andrew dengan suara keras. Polisi menjaga ketat, barisan pagar besi dipasang, memastikan tidak ada keributan. Andrew digiring masuk dengan tangan terborgol, wajahnya masih penuh kesombongan, seakan-akan dirinya tidak merasa bersalah. Pandangannya liar, menatap ke segala arah, bahkan sempat melirik ke kamera sambil tersenyum miring. Senyum itu membuat bulu kuduk siapa pun yang melihatnya berdiri. Dia sama sekali tidak menunjukkan rasa menyesal. Di ruang sidang, keluar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD