Bab 130

2676 Words

Sore itu udara di rumah keluarga besar terasa tenang. Sarah sedang memangku Alvano di ruang keluarga, menepuk lembut punggung kecil bayinya yang baru saja menyusu. Senyum samar muncul di wajahnya setiap kali mendengar desahan napas tenang buah hatinya. Namun jauh di lubuk hatinya, Sarah masih merasa canggung. Ia masih khawatir dengan sikap Papa Kavindra yang keras dan dingin kepadanya sejak awal. Dari arah tangga, Kavindra turun dengan kemeja rapi, wajahnya tampak segar setelah mandi. Ia berdiri sejenak memperhatikan pemandangan Sarah bersama Alvano. Hatinya menghangat. Perempuan itu sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidupnya. Ia melangkah mendekat, lalu duduk di samping Sarah dengan tatapan serius namun penuh kelembutan. “Aku ingin mengajakmu keluar malam ini,” ucap Kavindr

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD