Doni akhirnya memutuskan untuk datang ke apartemen milik Ziva karena dia merasa khawatir dengan wanita itu. Lagian dia punya alasan kalau nanti Ziva menanyakan datang ke sini. Doni memijat tombol menunggu Ziva yang akan membukakan pintu untuk dirinya. Tetapi sepertinya wanita itu tidak muncul sama sekali. Membuat dia merasa kesal. "Ziva!" panggil Doni. Doni merasa khawatir, dia mencoba berpikir untuk masuk saja. Dia teringat dengan password yang memang pernah diberitahu kepadanya. Entah wanita itu sudah menggantinya atau tidak. "Tidak salahnya jika aku coba." Akhirnya Doni memutuskan untuk masuk ke dalam apartemen Ziva setelah dia berhasil mengetahui password milik Ziva. "Rupanya dia tidak mengganti nomornya," gumam dia dengan pelan. Dia sudah bisa tersenyum tipis karena semua

