Bab 23. Sempurna Yang Ternoda

1559 Words

Setelah ciuman intens di bawah pohon sakura itu perlahan terlepas, Milea masih bersandar di d**a Julian, mencoba mengumpulkan kembali sisa napasnya. Julian tidak langsung menjauh, ia tetap mendekap pinggang Milea, membiarkan istrinya itu menenangkan detak jantungnya yang menggila. "Bibirmu... lipstiknya berantakan," bisik Julian rendah, ibu jarinya bergerak lembut mengusap sudut bibir Milea yang sedikit memerah. Milea mendongak, matanya masih sayu. "Itu salahmu, Kapten. Kau menciumnya nggak pakai perasaan, tapi pakai tenaga." Julian hanya menaikkan satu alisnya, memberikan tatapan yang seolah berkata kau menikmatinya. Saat suasana sedang begitu privat dan intim, tiba-tiba sebuah suara melengking memecah keheningan. "Woy! Hallo! Masih ada orang di sini, ya! Tolong hargai jomblo yang ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD