Bab 28. Selamat Datang Jakarta!

1320 Words

Pertanyaan Milea itu hanya menggantung di udara tanpa ada jawaban apa pun yang keluar dari bibir Julian. Bahkan hingga keduanya duduk di kabin kelas bisnis pesawat yang tenang, tetap tak ada obrolan apa pun. Hanya terdengar deru mesin yang konstan. Milea pun akhirnya tak ingin bertanya lagi, tubuhnya sudah terlalu remuk dan ingin beristirahat saha. Ia langsung meringkuk nyaman di kursi yang ia ubah menjadi tempat tidur datar (flat-bed). Selimut tebal menutupi tubuhnya sampai ke d**a. Julian duduk di sampingnya, masih terjaga dengan ponsel di tangan, namun matanya lebih sering melirik ke arah istrinya daripada ke layar ponsel itu. "Haus..." gumam Milea pelan, matanya masih terpejam. Tanpa suara, Julian meletakkan ponselnya. Ia meraih gelas air mineral, menyangga tengkuk Milea dengan t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD