Bab 126. Sesal Yang Terlambat

2408 Words

Siapapun pasti tidak menyangka kalau karma Kemala datang begitu tiba-tiba. Bayangkan bagaimana perasaan Lean sebagai anaknya, yang bahkan baru beberapa puluh menit lalu bertengkar hebat dengan mamanya. Dadanya mencelos. Seketika blank saat melihat video kondisi mobil yang ditumpangi mamanya remuk parah dan terbalik di tengah jalan. Nova menuntun Lean yang gemetar dengan air mata mengalir deras itu duduk ke kursi di belakangnya. Otaknya masih butuh sedikit waktu untuk tenang dan berpikir harus bagaimana dia sekarang. Sementara video call masih tersambung. Kalau Ibra terlihat tenang, tidak dengan Vian yang mulai was-was melihat istrinya duduk bengong seperti orang sedang bingung. “Tenang dulu, Beb!” lontar Vian, padahal dirinya juga gusar mengkhawatirkan istrinya. “Mama kecelakaan, Vian.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD