Aku lupa. Kamu terikat kontrak di sini, dengan aku sebagai pengendalimu. Bolehlah kusebut ... kamu adalah tawananku. Setidaknya, sampai aku mahir bela diri. So? . . Sadar diri seragam sekolah juga masih putih biru, yang bilapun naik kelas masih tetap SMP, bukan SMA. Jadi, mana berani Cely ungkapkan rasa. Namun, tidak aneh bagi anak seusianya telah merasakan debar ser-seran di d**a, bukan? Debar menyenangkan yang orang bilang ini efek dari menyukai someone. Sekadar naksir lawan jenis, ya, maklumlah. Cely menapaki masa pubernya. Betul, tidak? Cely sedang mencari-cari pembenaran dari apa hal yang dia rasakan tiap kali bersirobok pandang dengan kakak gurunya. Kak Sakti. Bagusnya dari perasaan ini membuat Cely jadi lebih semangat daripada biasanya. Semangat menjalani rutinitas yang itu l

