Extra Part 17 | Ada yang Hilang

2221 Words

Maaf. Aku tidak sengaja. Dan kurasa lebih baik marahi aku, jangan mendiamkanku. Bisa? . . "Sakti mau kerja, lho, Kak. Bukan main." "Nggak pa-pa, Pi, Kakak ikut. Nggak bakal ganggu, kok. Kakak cuma mau lihat." Dasar, ya, bocah. Sayangnya, Sakti tidak bisa berkata tidak. Kalau memang Cely tidak keberatan duduk bosan di sana, sih, ya, sudah. Terserah. "Nanti Kakak nanya itu-ini di sana, sama aja ganggu Sakti kerja namanya," ucap Pak Mars lagi. Ini Sakti kapan berangkatnya, ya? Dia mau ke bengkel. Janjinya kepada ibu untuk libur ke bengkel dulu selama ada keluarga Pak Mars adalah tiga hari. Kalau beliau nambah dua hari di sini, ya, Sakti tetap pergi. Rasanya tutup bengkel selama tiga hari itu sudah terlalu lama bagi Sakti. Jadi, dia mencari celah untuk berpamitan. "Nggak bakal, Papi.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD