88 | Mengulang Sejarah Perang

2222 Words

Sejak awal aku ingin memperbaiki, jadi inilah aku yang saat ini. Sebaik-baiknya diriku dengan versi terbaru. . . Ketahuilah, bukan Tania yang berdebar telah mengakui suatu perbuatan yang selama ini dia rahasiakan, justru Mars yang deg-degan. Gemuruh di dadanya kian kencang, mendebarkan, dan rasanya menegangkan, sama sekali bukan Tania yang merasakan. Malahan Tania santai-santai saja, tetap tenang, meraih jemari Mars yang menggantung di sisi tubuh. Ini tentang pil kontasepsi yang dirinya konsumsi, Tania menatap Mars tepat di mata dan bilang, "Maaf, ya?" Mars menelan kelat liurnya. Ada sedikit kecamuk yang melintas. "Aku belum siap ...," imbuh sang istri. Jadi, Tania tahu bahwa Mars telah memergoki pil itu di lemari mereka, kan? Yang Mars balas cekalan Tania di jemarinya, Mars geng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD