99. Menuju Kebahagiaan

1205 Words

Hari itu ruang sidang utama di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dipenuhi oleh beberapa pasang mata yang menanti putusan. Di tengah ruangan, Bakti Tandi duduk mengenakan rompi tahanan berwarna oranye. Wajahnya kusam, matanya sayu, dan kulitnya terlihat lebih kusut. Tak ada kesombongan, tak ada sikap arogan seperti dulu saat ia memimpin rapat dewan direksi. Yang tersisa hanyalah seorang pria tua yang lelah dan kalah oleh perbuatannya sendiri. Hakim mengetukkan palu, membuka sidang dengan suara tegas. “Saudara Bakti Tandi, setelah melalui proses penyelidikan, penyidikan, serta pemeriksaan saksi-saksi dan bukti-bukti yang sah, pengadilan memutuskan…” Semua diam. “…Bahwa Anda terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, menyalahgunakan wewenang, d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD