97. Penangkapan Bakti Tandi

1116 Words

Langit Jakarta pagi itu mendung. Hujan semalam belum sepenuhnya berhenti meneteskan sisa-sisa rinainya. Sebuah mobil hitam berlogo Kejaksaan tiba di depan gerbang rumah besar di kawasan elite itu. Beberapa petugas turun dari mobil dengan langkah pasti, membawa surat resmi dan ekspresi tanpa basa-basi. Di balik pagar besi tinggi, Bakti Tandi duduk di kursi rotan halaman rumahnya. Kemeja lengan panjang yang dikenakannya sudah kusut. Rambutnya sedikit memutih di sisi, wajahnya terlihat jauh lebih tua dari usianya. Ia tidak sedang membaca koran seperti biasanya, juga tidak sedang mengatur jadwal seperti dulu. Ia hanya duduk... menatap kosong pada dedaunan yang berguguran. Petugas itu mendekat. Salah satunya menyampaikan maksud kedatangan mereka dengan suara yang sopan namun tegas. “Bapak Ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD