Satu Ciuman, Sejuta Rencana

1343 Words

Jedidah pulang lebih larut dari yang seharusnya. Ini seharusnya menjadi liburan bersama keluarga, tapi masih saja ada masalah yang harus diurus. Bahan baku yang mereka butuhkan belum menemukan titik terang, dan lebih parahnya, tadi ia tidak bisa langsung bertemu dengan sang pemilik. Dengan langkah berat, ia memasuki villa. Kepalanya sedikit pening karena lelah, tapi pikirannya hanya tertuju pada anak-anak dan Dara. Ia ingin melihat mereka lebih dulu sebelum mandi dan beristirahat. Begitu menaiki tangga menuju lantai dua, ia langsung menuju kamar anak-anak. Pintu didorong pelan, namun ruangan itu kosong. Alisnya mengernyit. "Jedainne? Noah?" Tidak ada jawaban. Rasa cemas mulai merayap di dadanya. Tanpa berpikir panjang, ia bergegas menuju kamar utama. Tapi begitu pintu terbuka, langka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD