Sudah berkali-kali Keenan mencoba untuk bangkit dengan mengandalkan dinding yang ada di dekat pintu. Tapi percuma saja sebab berkali-kali pula dia kembali terkapar jatuh, kursi kayu itu terlalu berat untuk dia angkat dengan posisinya yang sedang terikat kepadanya. “Sial! Kalau begini aku benar-benar tidak bisa melepaskan diri dan kabur dari tempat ini!” maki Keenan dalam hatinya. Ia kini hanya bisa pasrah dan mengatur nafasnya yang semakin sesak dan tubuhnya pun terasa lelah. Tidak berapa lama Keenan kembali mendengar suara deru mobil yang mendekat dan lalu parkir tak jauh dari tempat penyekapannya. Terdengar tepat beberapa belas meter saja di luar pintu tempatnya kini terkapar dan tak berdaya karena lelah. “Itu pasti Nadya, dia sudah kembali. Kalau aku perkirakan waktu antara dia pergi

