Keenan mendelik ke arah Nadya, dahinya berkerut dan pandangannya tajam menyelidik. “Katamu aku pernah kehilangan kendali diri saat sedang mabuk, kapan itu? Lalu bagaimana kamu bisa tahu kalau aku pernah dalam kondisi yang seperti itu?!” Keenan mencecar. Nadira yang menghela nafasnya jadi diam, perbincangan ini kalau diteruskan maka dia akan mengungkap sebuah rahasia yang amat menyakitkan bagi dirinya dan juga untuk Keenan. Belum waktunya rahasia itu untuk ia bongkar, maka Nadira pun mencari alasan lain. “Pokoknya jangan sampai minum berlebihan, kamu bawa kendaraan kan?! Bisa bahaya kalau kamu mengemudi dalam keadaan mabuk!” Nadira mengingatkan. “Apa pedulimu?! Biar saja aku bawa mobil sambil mabuk dan menabrak pun, bukan urusanmu!” sergah Keenan menantang. “Kamu masih saja keras kepal

