“Pagi, Pak Keenan,” sapa Vanesa ketika mereka berpapasan di lorong dekat studio tempat syuting hari ini akan dilaksanakan. Ia sengaja menegur Keenan lebih dulu untuk mengetahui apakah sang bos ingat dengan kejadian semalam atau tidak dan lupa sebab dalam pengaruh minuman yang ia tenggak secara banyak. “Pagi juga, Vanesa. Oh iya, kebetulan kita bertemu di sini. Ada yang ingin aku tanyakan kepadamu.” Keenan menjawab. “Boleh, apa yang ingin anda tanyakan Pak Keenan?” tanya Vanesa dengan sedikit bimbang, ia khawatir kalau Keenan ternyata mengingat apa yang hendak ia lakukan kepadanya semalam tadi. “Semalam saat di pesta itu, aku tidak melakukan sesuatu yang berbahaya dan memalukan kan ya?” tanya Keenan memastikan. Vanesa tersenyum, rupanya ia terlalu khawatir, Keenan sama sekali tidak ing

