Bimo menengadah menatap beberapa orang yang berdiri mengelilingi dirinya, kini ia sudah diikat dengan tali dan duduk di lantai. Selain Keenan, para penjaga rumah, kini pun ada Vanesa, Rinto dan Romli. “Aku kenal kamu. Kalau tidak salah kamu ini adalah seorang teknisi kan? Kru lama yang sudah dipecat?” Rinto mengawali pertanyaan. Bimo mengangguk, “Iya, itu benar.” “Dia ada, maksudku aku bertemu dengannya beberapa saat sebelum set panggung itu terbakar!” Vanesa menimpali. “Apa itu benar?! Kamu adalah pelaku yang sudah beberapa kali mengadakan sabotase sampai akhirnya set panggung itu terbakar?!” Bentak Keenan. Bimo diam, ia tahu resikonya kalau membuka mulut sekarang. “Kamu juga kah yang sudah meletakkan timer agar lampu sorot itu pecah kan?! Kenapa kamu mengincar Nadira?! Saat lampu s

