Satu minggu kemudian, seperti yang sudah dikatakan olehnya, Nadira kembali mendatangi kediaman Keenan untuk mengambil kedua bayi kembarnya. Tapi ia kaget karena kali ini oleh penjaga keamanan tidak diperbolehkan masuk ke dalam rumah tersebut. “Kenapa?! Apa maksud kalian menghalangi saya masuk?! Bukankah kalian sudah tahu kalau saya adalah kenalan dari yang punya rumah ini?!” Nadira mendelik marah kepada salah seorang penjaga keamanan di dalam pos yang menghalangi dirinya untuk masuk. “Maafkan saya, Nona. Tapi ini adalah perintah yang diberikan kepada kami, Anda tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam rumah!” tegas sang penjaga keamanan. “Siapa yang telah memberikan perintah tersebut?!” tanya Nadira galak. Kedua penjaga keamanan itu saling berpandangan satu sama lain lalu salah seorang

