Pulau Gairah

2954 Words

Arunika bangun perlahan, kesadarannya kembali seperti seseorang yang ditarik paksa dari kedalaman yang terlalu jauh. Matanya masih terasa berat saat terbuka, pandangannya langsung bertemu langit-langit kamar yang asing namun sekaligus… terlalu akrab. Ia tidak langsung bergerak. Hanya bernapas, pelan, berusaha mengumpulkan sisa-sisa kesadaran yang tercerai-berai. Lalu ia mencoba menggerakkan tubuhnya sedikit dan seketika rasa nyeri menjalar, tajam, nyata, membuatnya meringis. “Anghhh… sakit banget… awhhh…” Seluruh tubuhnya terasa lelah dengan cara yang tidak biasa, bukan sekadar lelah karena aktivitas, melainkan seperti sesuatu telah mengambil terlalu banyak darinya dalam satu malam. Ia kembali diam, menatap langit-langit itu tanpa berkedip. Ingatan datang perlahan, tidak sekaligus, teta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD