Pria Berbahaya

2560 Words

“Calista, kamu ini kenapa? Terus saja berjalan mondar-mandir. Ada apa?” tanya Zize sang manager dengan nada lelah, duduk di sofa beludru warna hijau tua sambil memegang gelas berisi alkohol yang es batunya sudah mulai mencair. Sore itu apartemen Calista terasa berantakan dengan gaun-gaun dari desainer tergantung di standing rack, sepatu high heels tercecer di dekat meja rias, beberapa undangan gala terbuka di meja kaca, sementara aroma parfum mahal bercampur dengan bau alkohol dan asap lilin aromaterapi yang sudah hampir habis terbakar. Calista tidak menjawab. Ia terus berjalan dari dekat jendela ke arah meja, lalu kembali lagi ke jendela, tumitnya menghentak lantai marmer dengan gelisah. Rambutnya yang tadi pagi tertata sempurna kini sedikit berantakan karena berkali-kali ia sisir denga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD