Mantan VS Masa Depan

2068 Words

Tentu saja, tatapan-tatapan itu tidak hanya datang dari mahasiswa. Begitu Mahadewan merangkul Arunika menyusuri koridor Fakultas Hukum, udara di sekitar mereka terasa berubah. Bukan hanya bisik-bisik halus dari mahasiswa yang berpapasan, tetapi juga tatapan tajam dari staf administrasi, dosen, bahkan beberapa pegawai lembaga yang sedang berlalu-lalang. Ada yang pura-pura sibuk membuka map, ada yang menunduk hormat pada Mahadewan, tapi tetap saja mata mereka tidak bisa benar-benar berbohong. Semua melihat. Semua menilai. Mahadewan… tidak menanggapi apa pun. Langkahnya tetap stabil, bahunya tegak, tangannya masih melingkar santai di bahu Arunika seolah itu hal paling normal di dunia. Tidak ada penjelasan. Tidak ada pembelaan. Ia hanya berjalan dan entah kenapa, itu justru membuat semua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD