Karena Arunika sekarang sedang berada di fase skripsi, hari-harinya terasa seperti dikejar sesuatu yang tidak terlihat. Ia tidak lagi bisa selalu bersama teman-temannya seperti masa BEM dulu, semua orang mulai tercerai oleh urusan masing-masing, oleh dosen pembimbing masing-masing, oleh jadwal revisi yang tidak pernah sama, dan oleh kecemasan lulus yang datang dalam bentuk berbeda-beda. Dengan Restika pun ia belum sempat bertemu lagi sejak malam testpack itu. Sahabatnya hanya mengirim pesan berkali-kali, menanyakan keadaan Arunika, kandungannya, dan apakah Mahadewan sudah tahu. Arunika membaca semuanya, tetapi hanya membalas pendek, Nanti gue ceritain. Ibu Candra sebenarnya sempat melarangnya ke kampus hari itu. Setelah kabar kehamilan itu terbuka, perempuan itu berubah menjadi jauh lebi

