"Kayaknya nggak usah deh, Mas," tolak Nayanika. "Kenapa? Orang tua saya, pasti sangat ingin melihat cucunya. Jadi, saya ingin mereka bertemu dengan Nasya." "Ya tapi... Saya harus bilang apa ke mereka!?" "Ya kamu nggak perlu bilang apapun. Biar saya yang bicara. Kamu cukup menemani Nasya di dalam." "Oh ya ampun, Mas. Bisa nggak sih, nggak usah aneh-aneh. Jangan persulit hidupku terus!" keluh Nayanika. "Apa aku selalu menyulitkan kamu?" tanya Abi keheranan. "Ya iya! Sekarang kalau orang tuanya Mas itu tanya-tanya tentang aku sama Nasya, aku harus jawab apa Mas!?" "Ya katakan yang sejujurnya saja." "Ya nggak bisa gitulah, Mas. Aku punya tunangan! Nggak bisa aku datang ketemu orang tuanya Mas sembarangan!" omel Nayanika sampai Nasya jadi terbangun juga. "Mama pipis. Naca mau pipis," u

