Sensitif

1303 Words

Keesokan harinya. Keanehan Nayanika semalam rupanya masih berlanjut. Setelah makan dan dilanjutkan dengan memakan makanan yang lainnya juga. Ia sampai begah melihatnya tapi Nayanika malah santai-santai saja. Hingga pada siang harinya Abi yang sudah sangat gemas sekalipun menghampiri Nayanika dulu sebelum siap-siap pergi bekerja. "Sayang?" panggil Abi. "Hm? Kenapa, Mas?" sahut Nayanika yang matanya sudah kelihatan sayu. "Ngantuk ya?" sambung Abi. "Iya nih. Niat mau nemenin Nasya malah ikut-ikutan ngantuk juga." Nayanika menaruh telapak tangan kanannya di mulut dan lantas menguap. "Eum, mau nggak besok atau pas libur nanti kita pergi ke rumah sakit," bujuk Abi. "Hm? Rumah sakit? Mau ngapain emangnya, Mas? Ikut Mas praktek?" tanya Nayanika. "Bukan. Bukan ikut praktek. Ya tapi... kita p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD