Abi tersenyum saat melihat Bumi yang datang untuk menemuinya. Bahkan dia sekarang, sudah duduk di kursi yang ada di seberangnya juga. "Kenapa, Mas? Atap rumahnya bocor? Atau kran di rumah itu ada yang rusak?" tanya Bumi yang malah membahas persoalan rumah. "Bukan. Bukan masalah rumah. Tapi kamu pasti paham, apa maksud dan tujuan saya datang ke sini," ucap Abi. Bumi terlihat melakukan helaan napas. Dia paham betul dengan keinginan pria ini. Tapi janjinya pada Nayanika adalah harga mati. Dia tidak boleh sampai membocorkan tentang keberadaannya sekarang. "Tolong saya. Saya benar-benar minta pertolongan kamu dengan sungguh-sungguh. Apa boleh, saya tahu dimana tempat tinggal Nayanika sekarang?" tanya Abi. "Mas, mau berapa puluh kali atau mungkin ratusan kali Mas tanya tentang hal ini, saya

