Satu, dua, bahkan sampai lebih dari tiga jam Abiyaksa berada di rumah Nayanika. Nayanika sibuk merapikan rumah menyiapkan makanan untuk jualannya lagi besok pagi juga. Sementara Abi dengan senang hati mengasuh anak yang kembali berceloteh itu di sofa ruang tamu. "Apa hm? Nasya. Ini Na... sya," ucap Abiyaksa yang sedang mengajari bayi yang ada di atas pahanya untuk mengeja namanya sendiri. Bayi itu menganga dan memperhatikan gerakan mulut Abi dan mulai bersuara lagi. Berusaha menirukan apa yang Abi katakan. "Naa... naa... naa...," celotehnya. "Na... sya. Ini Nasya," ucap Abi lagi agar Nasya menirukannya dengan lebih baik lagi. "Naa... na... ca!" seru bayi yang ada di atas pangkuan Abi itu. "Eh! Bisa! Iya, Nasya. Nama kamu Nasya. Ih pinter banget sih kamu?" ucap Abi sambil menciumi pip

