Prioritas

1043 Words

Nayanika masih juga diam sambil memandangi Nasya. Sepertinya, memang bukan waktu yang tepat, untuk menanyai wanita yang masih kelihatan sangat shock ini. Bagaimana tidak, anaknya hampir saja meregang nyawa. Dia pasti sangat menyesal juga, karena ceroboh dalam mengurus anaknya ini. Belum lagi, dia sudah tidak ada lagi tenaga, setelah menangis sampai meraung-raung di depan ruangan tadi. "Saya permisi dulu dan akan segera kembali lagi ke sini," ucap Abi yang biarpun tidak ditimpali tapi tetap berucap juga. Ia bergegas keluar dari dalam ruangan dan pergi ke kantin rumah sakit. Tidak lama dan hanya kisaran lima belas menit saja, Abi telah kembali lagi ke ruangan dimana Nasya dirawat. Dia bawakan sesuatu juga, untuk wanita yang tengah menjaga anaknya seorang diri. "Ini, saya beli makanan dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD