Malam harinya. Bumi yang datang sejak tadi sore terus menerus membicarakan tentang konsep pernikahan mereka nantinya. Dia sangat antusias sekali dan juga menggebu-gebu, karena ingin merampungkan semuanya dalam waktu dekat ini. Sementara Nayanika? Dia malah diam termenung dengan raga yang seakan-akan tanpa jiwa. Hampa dan rasanya seperti ada yang salah dengan segala macam persiapan pernikahan, yang terkesan buru-buru ini. Dia tidak diberikan kesempatan untuk bicara dan hanya Bumi yang terus menerus mengungkapkan isi kepalanya itu sendiri. "Kamu nggak pulang?" tanya Nayanika saat Bumi baru berhenti bicara beberapa detik saja. "Hm? Pulang?" Bumi melirik jam yang ada pada dinding dan tersenyum kepada Nayanika. "Udah mau jam sembilan. Nggak kerasa ya? Pantesan Nasya udah nguap terus dari

