Kelelahan dan Kewalahan

1102 Words

"Kak? Lagi ngapain?" tanya Mentari di malam harinya, saat melihat sang kakak, yang tengah berada di dapur dan sibuk membuat makanan, yang biasanya ia jajakan di pagi hari. "Ini biasa. Buat sarapan besok," timpal Nayanika. "Ha? Sarapan besok?" ucap Mentari sambil memperhatikan barisan wadah makanan yang sedang Nayanika isi satu persatu. "Kakak mau mulai jualan lagi besok??" sambung Mentari. "Iya. Sayang kan udah libur kemarin. Kalau libur lagi, nanti langganan kita malah pindah," ucap Nayanika dengan sangat enteng sekali. "Astaga, Kakak... Baru abis lahiran lho ini tuh. Kenapa nggak libur dulu aja sih, Kak? Minimal seminggu aja," ucap Mentari gemas. "Nggak bisa, Dek. Mumpung kita udah punya langganan tetap. Kalau mereka cari tempat lain terus nyaman di sana. Kita juga yang rugi nanti,"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD