Keesokan harinya. Abi yang memutuskan untuk tinggal sementara di rumah bekas Nayanika itu pun tiba-tiba saja dihubungi oleh ayahnya Meisya. Pasti, untuk membicarakan tentang kelakukan anaknya, yang benar-benar sangat menyakiti hatinya itu. Dua kesalahan fatal yang dia buat, sudah membuatnya enggan untuk meneruskan rajut tali pernikahan mereka. Sudah muak. Sudah lelah. Lagi pula, diteruskan juga sudah tidak akan benar. Lebih baik, mereka fokus pada kehidupan mereka masing-masing saja. Ia bisa mencari anaknya dan berusaha untuk menjadi ayah yang baik bagi anaknya itu. Lantas Meisya sendiri, bisa mencari pria dapat memberikan dia keturunan yang sehat. Daripada dipaksakan bersama. Lebih baik ya pisah saja kan? "Iya, Pa. Ada apa?" tanya Abi saat panggilan teleponnya sudah ia terima. "N

