NDS~17

1541 Words

“Kenapa Papi dari tadi mondar mandir sambil bawa hape?” tanya Dina sambil mendudukkan Aldi di kursi makan, lalu memakaikan sabuk pengamannya. “Lagi nelponin siapa?” “Anggi sama Nada ditelpon nggak diangkat-angkat,” ujar Rizal kemudian berjalan menuju makan. Duduk di samping putranya. “Kata Samuel, mereka pindah tadi malam.” “Pindah?” Dina lantas duduk di samping Aldi dan bersiap menyuapi putranya. “Yakin?” “Samuel dikasih tahu Nining pagi ini waktu datang ke rumah,” terang Rizal tidak lagi memiliki selera makan, walaupun Dina membuat ayam panggang kesukaannya. “Anggi sama Nada sudah pindah tadi malam.” Dina meletakkan sendok di mangkuk Aldi, setelah memberi satu suapan pada putranya. Sampai detik ini, ia masih saja menyimpan kesal karena Rizal enggan melepaskan istri pertamanya. Padah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD