Rakha's PoV Aku mengusap wajahku kasar. Kenapa jadi kepikiran terus setelah mama telepon beberapa saat lalu? Aku meraih interkom, menghubungi sekretarisku. "Ya, Pak?" "Tolong batalkan meeting-nya, kamu cari alasan apa pun. Saya ada urusan penting." ”T-tapi, Pak… “ ”Enggak ada tapi-tapian. Kamu cari alasan apa pun yang tepat dan jangan hubungi saya setelah ini.” "Baik, Pak." Aku tak mau berdebat dengan mama nanti, makanya aku memutuskan untuk pulang saja. Di jalan menuju ke rumah, aku mampir di sebuah apotik. Aku membeli vitamin dan obat demam di sana. Semisal benar Ayu itu demam, apa dia sengaja sakit begitu agar terhindar dari semua tugas rumah? Aku sungguh heran, tak mengerti dengan pemikirannya. Tadi pagi, dia sudah menawarkan mengantarkan bekal padaku yang aku tolak. Lalu, saat
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


