Bab 45 Butuh Ketenangan

1043 Words

Aku masuk ke dalam mobil meninggalkan Ardito yang tidak mengerti dengan keadaanku sekarang. Sungguh pria itu tidak tahu apa yang terjadi denganku sekarang. Dia tidak tahu tentang masa laluku yang begitu sangat kelam. Pergi menuju tempat di mana Dafi berada sekarang mungkin adalah tujuanku. Bahkan aku tidak peduli kalau saat ini adalah jam kantor. Melihat Dafi yang bekerja keras di bengkel hingga aku memeluknya dengan begitu erat. Sedangkan Dafi terlihat begitu bingung kenapa aku bisa memeluknya secara tiba-tiba. "Kak Amira kenapa?" Dafi bingung kenapa aku terlihat begitu sedih. Biasanya aku selalu tegar menghadapi semuanya. Tapi kali ini aku terlihat begitu sangat rapuh dan semuanya gara-gara pria itu. Nata juga yang ada di sana terlihat begitu heran karena melihat aku menangis di p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD