Aku mengeringkan rambut yang terlihat sangat basah. Kesal mempunyai suami arogan yang hanya menganggapku sebagai wanita penghangat ranjangnya saja. Aku bahkan tidak suka dengan dirinya yang terus saja merendahkanku. Aku sudah memakai baju tidur yang biasa aku gunakan. Entah kenapa aku tiba-tiba kepikiran dengan Gilang. Lebih baik aku menghubunginya sekarang. "Halo, Gilang." "Hai Amira. Tumben kamu menghubungiku malam-malam? Emang nggak dimarahi sama suami kamu itu?" "Aku tidak peduli dengan dia." "Sepertinya hubungan kamu dengan dia sedang tidak baik, Amira." "Yah, bisa dibilang begitu." Apa aku menceritakan semuanya pada Gilang ya? Tentang aku yang dinikahkan dengan Ardito hanya untuk balas budi karena dulu dia membantu mengobati Kina? Ah, rasanya tidak mungkin juga kalau aku harus

