Tempat ini sungguh berantakan. Ini semuanya gara-gara Amira yang peri dari rumah ini. Sial. Seharusnya semalam aku menyusulnya malah minum alkohol. Kepalaku terasa begitu sangat pusing sekarang. Lebih baik mandi dan menyusul Amira. Aku tau Amira sekarang pergi kemana. Pasti tidak lain dan tidak bukan dia pergi ke rumah lamanya. Aku harus menghubungi Papah nanti, Amira biasanya paling nurut dengan Papah. Wanita itu tidak bisa pergi begitu saja dari kehidupanku. Sial sekali, aku harus melakukannya sendiri. Bahkan dalam hal kecil seperti memasung dasi ini. Biasanya Amira yang kadang memasang dasi. Kenapa aku jadi merindukannya? Sarapan pagi pun biasanya ada Amira disampingku. Sekarang tidak ada siapapun lagi. Ah kenapa dia malah pergi? Aku kira dengan aku bersama Polisa, Amira akan terus

