"Kak Ardito." Aku menoleh pada orang yang memanggil Ardito sekarang. Begitupun dengan Ardito menoleh kepada orang tersebut dan akhirnya melepaskan cekalan tangannya dariku. "Dafi." Ardito tersenyum saat melihat Dafi yang ada ditempat ini. Sedangkan Aku hanya bisa terdiam melihat mereka dengan pandangan yang sangat sulit diartikan. Dafi tiba-tiba memeluk Ardito dengan sangat erat. Aku hanya bisa melihat kedekatan antara mereka saja. Ardito terlihat nampak kaku melihat apa yang dia lakukan sekarang. "Aku gak nyangka kalau Kak Ardito akan datang ketempat ini." kata Dafi. Ardito melirikku sekilas, sebelum akhirnya dia tersenyum tipis pada Dafi saat ini. "Kamu apa kabar?" tanya Ardito kepada Dafi. "Aku baik kok kak. Hanya saja Kinar sakit. Dia adalah adik bungsu kami," jelas Daf

