Berpamitan.

1129 Words

Merasa jika harga dirinya sudah diinjak-injak, Darren memaksakan diri untuk beranjak turun dari ranjang. Sambil meringis menahan sakit yang terasa menusuk di torso kirinya. “Keluarga macam apa itu!” gumamnya menggerutu. Darren berjalan menuju tiang gantungan di mana jaketnya berada, dia kembali meringis menahan nafas ketika hendak mengangkat tangannya untuk memakai jaket. Perlahan dia berjalan menuju pintu dan membukanya pelan-pelan, sejenak melongokkan kepalanya untuk memeriksa situasi di luar. Lorong rumah sakit yang dindingnya didominasi panel dinding kayu coklat itu tampak lengang, tentu saja begitu karena dia berada di bangsal VIP. Darren menarik kepalanya dengan cepat ketika ada seorang perawat yang keluar dari salah satu kamar, dan berjalan ke arahnya. Dia pun berdiri di belakan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD