Malam telah menelan langit saat Arya dan Renata melangkah masuk ke kediaman Drax. Mereka langsung menuju ruang keluarga, tempat di mana penghuni rumah berkumpul dalam kehangatan obrolan. Setibanya di sana, pandangan Arya tak pernah lepas dari sosok Kania, tantenya yang begitu mempesona. Cantik, anggun dan begitu istimewa—semua itu baru dia sadari kini, setelah kesempatan itu berlalu begitu saja, menguap seperti kabut pagi yang menghilang tanpa jejak. "Aku benar-benar bodoh, Kania. Kenapa aku baru sadar kalau kamu begitu berharga, setelah kehilangan kamu?" batin Arya dengan d**a yang sesak dan hati yang bergejolak. Rasa menyesal membara di relung jiwanya, mencabik-cabik setiap kenangan indah yang dulu dianggap remeh. Kini, melihat Kania bahagia bersama orang lain ibarat duri yang menanca

