Panik mencekam, merayap ke dalam d**a Renata saat melihat Arya tiba-tiba terkulai lemas dan tubuhnya yang begitu panas. Bahkan suaminya itu tampak sulit untuk berkata-kata. Tanpa pikir panjang, ia berlari ke luar, matanya mencari siapa pun yang bisa membantunya. Napasnya tersengal, suara hatinya berteriak dalam diam. Segera, ia memberitahu Wira, yang segera sigap menghubungi dokter keluarga. Tak butuh waktu lama, dokter itu tiba, wajahnya serius saat memeriksa kondisi Arya. "Bagaimana kondisi Arya, Dok? Kenapa dia bisa seperti ini?" Renata bertanya dengan suara bergetar, penuh kecemasan. Dokter menghela napas dalam-dalam, menatap Arya dengan tatapan sulit diterjemahkan. "Arya memang mengalami demam, tapi ini bukan demam biasa," katanya pelan namun tegas. "Saran saya, segera bawa dia ke r

