Revan mengingat jasa-jasa Mark, ayah Rio, yang sempat menolongnya ketika dalam pelarian dulu sewaktu dia masih kecil. Dia membantu Revan memesan tiket pesawat untuk terbang menyusul Sekar ke Kanada. “Jika bukan karena kalian ada di sana, gua tidak akan sudi menolong!” dengus Revan seraya beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian. Rio terperangah senang mendengar itu, dengan ini ayahnya bisa sangat terbantu. “Makasih!” serunya riang lalu meneguk minumannya dengan gembira. Revan mengangguk, dia bersedia membantu karena mengingat jasa-jasa Mark dan juga posisi Rio sebagai kawan baiknya. Jika bukan karena mereka berdua, sudah pasti dia tidak akan mau mendengar apapun tentang Raiden. Dia tidak sadar jika kejadian itu justru akan menjadi perangkap untuknya dan membuat hubungannya dengan

