Amarta Berliana.

1156 Words

Di sebuah rumah besar dan mewah, seorang gadis cantik bersiap hendak pergi ketika mendengar suara mobil berhenti di depan rumah. Mata indahnya menyipit untuk melihat siapa yang baru saja tiba di rumahnya itu. “Kristal?” Detik itu juga matanya membelalak senang mendengar suara lembut yang begitu dirindukannya, Kristal bergegas turun setengah berlari menuju pintu depan menyambut wanita cantik berpakaian modis itu. “Mama!” serunya riang. Amarta Berliana, wanita setengah baya yang masih terlihat mempesona dan cantik. Siapa yang akan menyangka jika dia adalah wanita berusia kepala lima, dengan wajah kencang dan kulit halus seperti remaja itu. “Hm, putri cantikku!” Amarta memeluk Kristal dengan penuh rindu, sudah hampir 3 tahun lamanya sejak Kristal pulang duluan ke Indonesia karena ingin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD